13 Aspek CDAKB yang Wajib Diperhatikan dan Penjelasannya
13 aspek CDAKB adalah instrumen wajib dalam menjalankan proses distribusi berbagai produk kesehatan secara baik. Anda dapat mendefinisikannya sebagai sebuah pedoman penting pada proses pemasaran dan penyaluran berbagai peralatan medis di Indonesia.
Ketentuan ini juga diatur secara resmi sesuai kebijakan pemerintah serta Kementerian Kesehatan Indonesia. Hal ini sejalan dengan dasar hukum bahwa peralatan medis memerlukan penanganan khusus serta tepat karena sifat sensitifnya.
Daftar 13 Aspek CDAKB yang Wajib Diketahui
Dapat Anda ketahui bahwa aturan mengenai Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik ada pada Permenkes Tahun 2014 No. 4. Hal tersebut akan menjadi pedoman wajib serta harus diikuti oleh semua distributor alat kesehatan.

Informasi ini merupakan pedoman penting dalam proses distribusi alat-alat medis. Disini juga ada banyak sekali ketentuan yang secara langsung diatur dalam penerapannya. Berikut adalah 13 aspek CDAKB yang wajib Anda ketahui:
1. Outsourcing Activity
Kegiatan pihak ketiga atau outsourcing activity merupakan salah satu ranah penting dalam penyaluran alat medis. Hal ini menjadi salah satu aspek utama, yang wajib diperhatikan secara baik.
Aktivitas outsourcing wajib dilaksanakan melalui pemilihan mitra terbaik juga kompeten. Bahkan setiap pihak ketiga juga sudah harus mengantongi izin resmi. Memastikan pihak ketiga paham hingga patuh terhadap semua standar 13 aspek CDAKB sangatlah penting.
Upaya tersebut mampu menjaga kualitas hingga keamanan alat medis. Mengingat pihak ketiga memegang peranan sangat krusial dalam proses pemasaran.
2. Kajian Manajemen
13 aspek CDAKB tentunya menjadi pedoman penting yang memberikan banyak sekali manfaat. Terdapat beragam tujuan pelaksanaan ketiga belas aspek tersebut dalam industry peralatan medis.
Dalam kaitannya pada kegiatan penyaluran peralatan kajian manajemen mampu mencakup keseluruhan evaluasi periodic terhadap efektivitas sistem distribusi. Semua itu dapat dilaksanakan guna memastikan kebijakan medis berjalan baik.
Bahkan kajian manajemen juga mampu menjadi tolak ukur tercapainya sasaran mutu. Kajian manajemen nantinya bisa Anda jadikan bahan identifikasi terbaik dalam mengetahui area yang butuh perbaikan segera.
3. Audit Internal
13 aspek CDAKB lainnya adalah terkait audit internal. Sesuai namanya audit internal adalah penilaian rutin dari pihak perusahaan atau distributor. Prosesnya wajib dilaksanakan secara mandiri dengan jadwal fleksibel.
Tahapan audit internal mampu menjadi alat pemantauan kepatuhan terhadap semua prosedur hingga standarisasi yang baik. Dengan begitu audit internal mampu mengidentifikasi potensi risiko hingga memastikan proses berjalan sesuai regulasi.
Baca juga tentang : AKD Adalah Cek Pengertian dan Persyaratan Pengajuannya
4. Produk Ilegal dan TMS
Definisi komponen ini adalah barang illegal atau tidak memenuhi syarat. Bagian kali ini akan mengatur mengenai bagaimana penanganan barang medis illegal dan tidak sesuai. Semuanya nanti wajib dilaksanakan secara tepat sesuai aturan teknis.
Tujuannya agar mencegah penyebaran barang kepada masyarakat secara lebih jauh lagi. Bagiannya juga mencakup banyak sekali tahapan. Beberapa contohnya seperti karantina, identifikasi hingga pemusnahan barang palsu atau TMS.
Semua tahapannya berperan dalam menjamin keamanan masyarakat. Tentu saja semuanya nanti wajib dilaksanakan sesuai prosedur yang ada.
5. Pemusnahan Operasional
Bagian penting dalam rangkaian 13 aspek CDAKB adalah pemusnahan operasional. Tahapnya berfokus pada menghancurkan semua peralatan medis kadaluarsa, rusak ataupun tidak layak.
Semuanya nanti wajib Anda laksanakan sesuai prosedur aman dalam kebijakan ini. Bahkan perusahaan juga wajib menyesuaikan terhadap aturan lingkungan. Mengingat ada beberapa prosedur pemusnahan yang dapat berpengaruh terhadap lingkungan ketika tidak tepat.

Dokumentasi pemusnahan juga wajib Anda laksanakan dengan baik. Pendokumentasian akan sangat penting dan dimanfaatkan dalam keperluan audit.
6. Tindakan Perbaikan Keamanan
13 aspek CDAKB lain untuk Anda ketahui adalah tindakan perbaikan keamanan. Nantinya setiap kejadian dengan potensi mengganggu kelancaran maupun keamanan wajib ditangani dengan baik. Semuanya harus dilaksanakan melalui aktivitas perbaikan.
Semua prosesnya termasuk investigasi menyeluruh dengan baik. Termasuk langkah pencegahan agar tidak terjadi persoalan sama di masa depan.
7. Penanganan Keluhan
Pelaksanaan penanganan keluhan wajib Anda lakukan secara cepat dan transparan. Salah satu syarat pelaksanaan penanganan keluhan juga wajib ada dokumentasi fisiknya. Semua itu digunakan sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas produk serta pelayanan.
8. Traceability
Ada banyak sekali pedoman teknis pada proses penyaluran barang medis. Salah satunya adalah traceability dalam 13 aspek CDAKB tersebut. traceability sendiri juga dapat disebut sebagai pelacakan produk.
Secara sederhana Anda dapat mendefinisikannya sebagai upaya, untuk memastikan setiap barang bisa dilacak secara baik. Mulai dari proses distribusi hingga barang sampai di tangan konsumen akhir. Tujuannya agar keamanan dan kualitasnya tetap terjaga.
Aspek tersebut juga termasuk kemampuan mengetahui Riwayat, lokasi hingga penyaluran. Di mana semuanya akan bertujuan dalam mempermudah penarikan barang jika nantinya ada permasalahan.
9. Penyimpanan dan Penanganan Persediaan
13 aspek CDAKB berikutnya adalah terkait penyimpanan hingga penanganan persediaan. Pelaksanaan penyimpanan alat kesehatan haruslah dilaksanakan secara tepat. Tujuannya tidak lagi adalah menjaga kualitasnya hingga sampai di tangan pelanggan.
Pelaksanaan penyimpanan secara tepat juga mencakup banyak hal. Mulai dari menjaga kelembapan dan pengaturan suhu secara sesuai hingga lainnya.
10. Bangunan dan Fasilitas
Penting juga untuk memenuhi kebutuhan fasilitas hingga bangunan penyimpanan perlengkapan medis. Nantinya setiap fasilitas hingga bangunan wajib memenuhi standar kebersihan, keamanan maupun kenyamanan.
Bangunan dan fasilitas menjadi aspek penting dalam penyimpanan beserta penyaluran. Di mana aspek kali ini mencakup transportasi, area penyimpanan maupun tempat kerja mendukung kualitas produk.
Baca juga tentang : Apa Itu IVD, Manfaat, Jenis dan Cara Mengajukan Izin Edarnya
11. Pengelolaan Sumber Daya
13 aspek CDAKB yang tidak kalah penting adalah mengenai pengelolaan sumber daya. Baik itu sumber daya manusia ataupun peralatan dalam penyaluran perlengkapan kesehatan. Semua upayanya nanti wajib dilaksanakan secara baik serta optimal.

Tata kelola sumber daya mencakup banyak aspek. Mulai dari pelatihan karyawan, pemeliharaan alat hingga pengelolaan material. Semua itu dapat menjadi bagian tidak terpisahkan dalam rangkaian penyaluran perlengkapan kesehatan.
12. Sistem Manajemen Mutu
Kebijakan mengenai sistem manajemen mutu adalah fondasi dalam proses penyaluran. Sistem tersebut nantinya juga mencakup semua tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga perbaikan berkelanjutan. Semuanya wajib dilaksanakan dalam semua proses pemasaran. Sehingga kualitas barang dapat lebih terjamin.
13. Pengembalian
Retur atau pengembalian alat medis menjadi bagian penting yang tidak terpisahkan dari pedoman ini. Di mana proses tersebut diatur jelas serta wajib dipenuhi oleh semua distributor. Hal tersebut mulai dari identifikasi produk hingga dokumentasi.
Selain itu pengembalian juga mengatur mengenai proses tata kelola barang pengembalian. Semuanya nanti akan sangat penting dalam mencegah terjadinya distribusi ulang ketika produk rusak atau tidak sesuai.
Penerapan pengembalian bisa menjadi salah satu langkah krusial. Terutama dalam menjaga keamanan serta distribusi barang ke masyarakat. Maka dari itu, penerapan pengembalian wajib dilakukan demi menjaga kualitas dan keamanan alkes.
Nantinya agar proses distribusi peralatan berjalan secara baik, maka pastikan mempercayakan semua prosesnya bersama Naramedic. Disini setiap perusahaan mampu melakukan berbagai proses perizinan kebutuhan usahanya dengan baik.
Selain itu Naramedic juga merupakan konsultan perizinan serta regulasi alat kesehatan di Indonesia. Termasuk juga jasa urus izin Alkes, yang sangat berpengalaman menangani berbagai client.
Kami memiliki keahlian dalam hal IVD’S serta PKRT di Indonesia yang berbasis di Jakarta Selatan. Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami di nomor +62 85961510178.
Dari sini bisa Anda ketahui bahwa ada banyak sekali komponen penting dalam proses penyaluran alat kesehatan kepada masyarakat. Semuanya diatur lengkap dalam 13 aspek CDAKB sesuai penjelasan di atas.
Referensi penulisan :
- “Cdakb”, https://www.scribd.com/presentation/696027666/1-CDAKB, diakses pada 28 Januari 2025.
- “KEPUTUSAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN RI”, https://bphn.go.id/data/documents/14pmkes004.pdf, diakses pada 28 Januari 2025.
- Dinkes Jakarta. “Standar Pelayanan Penerbitan Sertifikat Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik (CDAKB) Cabang Distribusi Alat Kesehatan”, https://dinkes.jakarta.go.id/Standar-Pelayanan-Penerbitan-Sertifikat-Cara-Distribusi-Alat-Kesehatan-Yang-Baik-CDAKB-Cabang-Distribusi-Alat-Kesehatan, diakses pada 28 Januari 2025.